Das Flexikon
als App
Einloggen

Ghost Fleet karya P.W. Singer dan August Cole merupakan sebuah techno-thriller

The novel is a work of "useful fiction" (FICINT), using real-world technology and trends to imagine a future conflict [2, 3]. It became a talking point in Indonesia primarily because of its opening premise: a scenario where Indonesia is depicted as no longer existing by the year 2030 [4, 5]. While the authors intended this as a cautionary "what-if" scenario based on geopolitical instability, it sparked intense national debate [4]. Content Overview

Would you like me to:

Sinopsis Singkat: Cerita dimulai ketika ketegangan antara Amerika Serikat dan Tiongkok memuncak. Tiongkok melancarkan serangan kejutan yang melumpuhkan teknologi militer AS yang bergantung pada satelit dan sistem canggih. Armada kapal perang AS yang dulunya mutakhir menjadi "Ghost Fleet" (Armada Hantu)—impoten dan terdampar. Para pahlawan cerita justru berasal dari kalangan tak terduga: kapal selam tua, pilot pesawat tempur generasi sebelumnya, dan peretas (hackers) yang harus berjuang dengan teknologi "rendah" untuk melawan kekuatan super canggih.

Essay: The Convergence of Fiction and Geopolitics in Ghost Fleet

: Tiongkok meluncurkan serangan canggih berbasis siber dan kinetik yang melumpuhkan sistem pertahanan AS, berujung pada pendudukan Kepulauan Hawaii. Teknologi Masa Depan

Apa Itu Ghost Fleet? Definisi Kontekstual di Indonesia

Dalam terminologi global, Ghost Fleet merujuk pada kumpulan kapal laut (biasanya kapal kargo, tanker minyak, atau kapal perang usang) yang tidak lagi beroperasi namun tidak resmi dibongkar (scrapped). Di Indonesia, ada tiga kategori utama:

  • Archive/legal previews: